Journey of Indonesian National Platform for DRR

Table of Content:

 

 

Kesepakatan Sari Pan Pacific: Indonesia Membentuk Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana

 

Para pemangku kepentingan pengurangan risiko bencana di Indonesia mencapai kesepakatan untuk membentuk Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana pada acara “Lokakarya Nasional Pengurangan Risiko Bencana” di Jakarta, tanggal 20 November 2009. Atas inisiatif dari unsur dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas internasional, masyarakat sipil, media dan pemerintah, Platform Nasional akan berfungsi sebagai mekanisme nasional dalam mendukung penyusunan kebijakan dan koordinasi perencanan strategis penanggulangan bencana di Indonesia. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menyatakan bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, di mana pemerintah menjadi penanggung jawab utama.

 

Pembentukan Platform Nasional PRB sejalan dengan Kerangka Aksi Hyogo 2005-2015 yang telah disepakati oleh 168 negara, termasuk Indonesia, dalam konferensi sedunia untuk Pengurangan Bencana di Kobe, Jepang pada bulan Januari 2005. Hal ini tercermin juga dalam visi penanggulangan bencana yang bertujuan untuk membangun ketangguhan bangsa dan masyarakat terhadap bencana. Saat ini Indonesia telah menempatkan PRB sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan nasional dan menjadi bagian dalam proses perencanaan pembangunan.

 

Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia telah banyak melakukan kegiatan terkait pengurangan risiko bencana di tingkat nasional maupun daerah. Sementara itu, dalam periode tahun 2007-2008, konsentrasi Indonesia banyak fokus pada penguatan regulasi dan kelembagaan penanggulangan bencana di samping pemanfaatan pendidikan dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) untuk mendukung pengembangan budaya aman. Capaian tersebut menjadi pemicu bagi para pemangku kepentingan PRB di Indonesia untuk berusaha mencapai hasil sesuai dengan Kerangka Aksi Hyogo untuk menurunkan hilangnya nyawa dan aset sosial, ekonomi dan lingkungan karena bencana.

 

[Kembali ke atas]

 

Pertemuan Awal Tim Formatur 22 Desember 2008

 

Menindaklanjuti deklarasi kesepakatan Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana yang ditandatangani perwakilan unsur pemerintah, sektor swasta, media, masyarakat sipil, dan perguruan tinggi pada tanggal 20 November 2008, diadakanlah pertemuan dengan perwakilan unsur-unsur tersebut di Kantor BNPB pada tanggal 22 Desember 2008 dengan 15 orang peserta. Pentingnya sebuah platform nasional kembali ditekankan lewat pernyataan UNISDR pada pertemuan Asian Ministerial Conference di Kuala Lumpur (4-6 Desember 2008) yang memberikan apresiasi terhadap proses pembentukan National Platform di Indonesia dengan menyebutkan bahwa Indonesia mengimplementasikan upaya-upaya pengurangan risiko bencana (PRB) dengan mengacu kepada UNISDR.

 

Pertemuan ini menyepakati bahwa langkah awal yang akan ditemput adalah dengan merumuskan visi, misi, pendangan jangka panjang, dan lain-lain melalui sebuah diskusi kelompok terarah (FGD). Untuk itu, FGD pertama direncanakan diadakan di Jakarta, tanggal 15 Januari 2009, dengan calon-calon peserta hasil rekomendasi pertemuan awal serta para perwakilan unsur-unsur yang menandatangi deklarasi kesepakatan 20 November 2008, yang selanjutnya disebut dengan Tim Formatur.

 

[Kembali ke atas]

 

 

Diskusi Pertama di Ibis Arcadia

Setelah penandatanganan Deklarasi Kesepakatan Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana tanggal 20 November 2008 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, pertemuan pertama kelompok diskusi terarah (FGD) Planas PRB Indonesia diadakan pada hari Kamis, 15 Januari 2009 di Hotel Ibis Arcadia. Pertemuan dihadiri oleh 27 orang dari berbagai perwakilan multi pemangku kepentingan, termasuk unsur pemerintah, sektor swasta, media, masyarakat sipil, dan perguruan tinggi.

 

Dari pemaparan tiga nara sumber, yaitu Sugeng Triutomo (BNPB), Suprayoga Hadi (Bappenas), dan Sudibyo Markus (Forum Humanitarian Indonesia), disepakati agar Planas PRB dapat merepresentasikan negara dalam isu PB dan PRB, sebagai wadah mekanisme koordinasikan/fasilitasi/ mewakili seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan PB. Selain itu, Planas harus merupakan bagian dari kebijakan nasional, karena UU PB dan beberapa produk hukum turunannya tidak memberikan kerangka hukum yang lengkap dalam pembentukan Planas PRB. Untuk selanjutnya, disepakati forum bahwa yang akan bertanggung jawab memimpin dan memfasilitasi kelanjutan proses pembentukan Planas PRB adalah Krishna S. Pribadi (FPT/ITB) dan Faisal Djalal (MPBI).

 

[Kembali ke atas]

 

Diskusi Kedua di Ibis Tamarin

 

Sebagai kelanjutan proses pembentukan Planas PRB, diskusi kelompok terarah (FGD) kedua diadakan pada hari Jumat, 23 Januari 2009, di Hotel Ibis Tamarin Jakarta, pukul 14.00-17.00. Diskusi dihadiri 34 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai multi-pemangku kepentingn dan difasilitasi oleh Faisal Djalal (MPBI). Pertemuan membahas visi dan misi Planas PRB serta struktur organisasi Planas PRB.

 

Disepakati bahwa visi Planas PRB adalah “Menjadi Forum Nasional Menuju Terciptanya Ketahanan dan Ketangguhan Bangsa Terhadap Bencana”, dengan misi sebagai berikut: (1) meningkatkan kesadaran tentang PRB; (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang PRB; (3) mendorong partisipasi (mendorong orang bersemangat/ berpartisipasi, meningkatkan ownership) dalam masalah PRB; (4) memastikan sumber daya cerdas melakukan PRB; dan (5) membangun jejaring untuk PRB. Sedangkan struktur organisasi Planas PRB dirumuskan sebagai usulan bahwa Planas PRB dipayungi oleh Dewan Penasihat yang membawahi Dewan Eksekutif, dan selanjutnya Dewan Eksekutif mengkoordinir ketua-ketua bidang, dengan Kesekretariatan sebagai unsur pendukung. Bidang-bidang kerja yang telah dirumuskan terdiri dari bidang: (1) kebijakan dan kelembagaan; (2) pendidikan,dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; (3) Informasi dan komunikasi, public awareness; (4) Pengembangan Kemitraan; dan (5) Pengembangan sumber daya.

 

[Kembali ke atas]

 

 

Diskusi Ketiga di Sari Pan Pacific

 

Diskusi terarah ketiga diadakan pada hari Jumat, 6 Februari 2009, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, dimulai pukul 14:00-17.30. Peserta pertemuan 39 orang dan agenda pertemuan di antaranya paparan bidang-bidang kerja. Andry Fertanto (PT PSN) memaparkan “Pendidikan dan Pengembangan IPTEK” yang merupakan hasil diskusi Bidang II, sementara itu Arifin Muh. Hadi (PMI) yang telah menggandeng Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) memaparkan hasil diskusi Bidang IV “Kemitraan”, dan paparan singkat Bidang I “Kebijakan dan Kelembagaan” disampaikan oleh Suratman (Komisi VIII DPR RI).

 

Menanggapi proses Planas PRB, Sugeng Triutomo (BNPB) mengatakan bahwa sejak diluncurkan kesepakatan pembentukan Platform Nasional PRB pada tanggal 20 November 2008, proses ini menunjukkan kemajuan yang baik, tidak hanya anggota yang bertambah tetapi juga tanggapan dari pihak luar. UNISDR bahkan telah meminta kontribusi Indonesia tentang contoh platform lokal PRB di Indonesia dan BNPB memberikan informasi mengenai Forum Merapi untuk publikasi UNISDR. Disampaikan juga bawha pada tanggal 19 Juni 2009 akan diselenggarakan Global Platform PRB di Jenewa, Swiss, di mana yang akan berpartisipasi dalam Global Platform adalah Planas PRB.

 

Untuk memperkenalkan Planas PRB secara umum, maka disepakati bahwa launching Planas PRB akan dilaksanakan bersamaan dengan tanggal ditetapkannya UU No. 24/2007 yaitu 26 April. Sebagai upaya memantapkan bidang-bidang kerja Planas PRB, bidang-bidang kerja diharapkan agar membuat program jangka pendek (untuk durasi satu tahun). Selain itu, tugas Formatur yang terdiri dari perwakilan-perwakilan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas internasional, lembaga usaha, media massa, dan pendidikan yang menandatangani kesepakatan pada tanggal 20 November 2008, mempunyai tugas merumuskan Dewan Pengarah dan Dewan Eksekutif.

 

[Kembali ke atas]

 

Pertemuan Tim Formatur Pertama

 

Setelah melewati tiga kali pertemuan diskusi kelompok terarah (FGD), Tim Formatur Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB) bertemu di Kantor BNPB pada tanggal 12 Februari 2009, untuk membahas progres perjalanan FGD dan menyelaraskannya dengan draft concept note.

 

Untuk mendokumentasikan proses perjalanan Planas PRB, sebuah website akan dibuat khusus sebagai wadah berisikan Planas PRB. Sedangkan untuk melanjutkan pembahasan Planas PRB, pertemuan diskusi kelompok terarah (FGD) ke-4 akan membahas lebih dalam mengenai isi dari Planas PRB beserta bidang-bidangnya.

 

[Kembali ke atas]

 

Diskusi Keempat di Sofyan Betawi

 

Melanjutkan pembahasan bidang-bidang kerja Planas PRB, pertemuan diskusi kelompok terarah ke-4 diadakan pada hari Jumat, 20 Februari 2009, di Hotel Sofyan Betawi, pukul 14:00-17:00. Pertemuan yang dihadiri oleh 34 peserta ini berisi lanjutan paparan hasil diskusi bidang, yang diisi oleh Bidang II “Pendidikan dan Pengembangan IPTEK”, Bidang III “Bidang Informasi, Komunikasi dan Kesadaran Publik” dan Bidang V “Ketersediaan sumberdaya”. Sementara itu, untuk mempublikasikan Planas PRB secara luas, maka forum menyepakati perlunya website demi memudahkan khalayak umum mengakses informasi-informasi Planas PRB.

 

Konsep awal Planas PRB telah dirumuskan walau masih kasar, oleh karena itu, partisipasi peserta yang telah mengikuti proses Planas PRB diharapkan bisa melengkapi konsep awal tersebut. Dengan demikian, pertemuan ke-5 yang direncanakan pada hari Kamis, tanggal 5 Maret 2009, dapat membahas masukan-masukan konsep Planas PRB.

 

[Kembali ke atas]

 

Pertemuan Tim Formatur Kedua

 

Sehubungan dengan akan berlangsungnya Global Platform di Jenewa, Swiss, pada bulan Juni 2009, Tim Formatur Planas PRB bertemu pada tanggal 4 Maret 2009, di Kantor BNPB untuk membahas keikutseraan Indonesia dalam Global Platform, di mana Planas PRB akan menjadi anggota delegasi nasional.

 

Dunia internasional sudah mendengar gaung bahwa Indonesia telah membentuk Planas PRB, ditambah lagi Planas PRB Indonesia memiliki keunikan karena dibentuk atas inisiatif unsur pemerintah, sektor swasta, media, masyarakat sipil, dan perguruan tinggi. Oleh karena itu, Tim Formatur mengharapkan adanya suatu pertemuan khusus dengan Platform Nasional Jerman yang mempunyai ciri khas sama dengan Planas PRB.

 

Selain itu, untuk mencapai puncak peluncuran Planas PRB, serangkaian kegiatan telah disusun dan diawali dari rencana pertemuan FGD ke-5, pertemuan Tim Perumus konsep Planas PRB, dan dua kali pertemuan konsultasi membahas konsep Planas PRB dengan multi pemangku kepentingan.

 

[Kembali ke atas]

 

Diskusi Kelima di Sofyan Betawi

 

Sebagai tindak lanjut pertemuan Planas PRB, pertemuan diskusi kelompok terarah kelima diadakan hari Jumat, 5 Maret 2009, di Hotel Sofyan Betawi, pukul 14:00-17:30 dengan peserta 33 orang. Agenda pertemuan diskusi ini berfokus pada pembahasan agenda kegiatan hasil pertemuan tim formatur dan susunan pengurus, pembahasan draft Concept note Planas PRB, website Planas PRB, dan diakhiri dengan presentasi kelompok Bidang Kerja I “Kelembagaan dan organisasi”.

 

Serangkaian kegiatan untuk mencapai puncaknya yaitu launching Planas PRB tanggal 26 April 2009, disampaikan oleh fasilitator, Krishna Pribadi (FPT/ITB). Untuk mematangkan konsep Planas PRB, diperlukan pertemuan konsultasi dengan multi pemangku kepentingan. Selain itu, forum menyepakati perubahan visi Planas menjadi “terciptanya ketahanan dan ketangguhan bangsa terhadap bencana”. Sedangkan hasil pembahasan website disepakati bahwa BNPB atas dukungan SCDRR akan memfasilitasi website Planas PRB.

 

Setelah melewati lima kali pertemuan dan untuk merumuskan concept note Planas PRB dari hasil 5 FGD, telah dibentuk tim beranggotakan Hening Parlan (FHI), Gunawan Zakki, Djuni Pristiyanto (MPBI), Valentinus Irawan (kemudian digantikan dengan Victor Rembeth/YTBI), dan Arifin M. Hadi (PMI). Dengan demikian, draft concept note Planas PRB akan disampaikan selanjutnya pada pertemuan konsultasi multi pemangku kepentingan yang diusulkan pada tanggal 19 Maret 2009.

 

[Kembali ke atas]

 

Konsultasi Multi Pemangku Kepentingan Pertama

 

Pertemuan konsultasi multi pemangku kepentingan Planas PRB Indonesia dilangsungkan pada hari Kamis, 19 Maret 2009, di Hotel Orchardz, Jakarta, pukul 09:00-17:00 dengan peserta sebanyak 22 orang. Agenda pertemuan membahas draft concept note Planas PRB, serta peran Planas PRB dalam Global Platform 2009 di Jenewa, Swiss.

 

Draft concept note merupakan akomodasi dari lima kali pertemuan diskusi kelompok terarah yang dirumuskan oleh tim perumus sehingga pada pertemuan konsultasi ini diperlukan masukan maupun kritikan dari berbagai multi pemangku kepentingan. Peran Planas PRB sebagai perwakilan delegasi nasional Indonesia untuk maju ke Global Platform 2009 sudah didengar oleh dunia internasional. Salah satu agenda Global Platform adalah DRR Market Place, dan diharapkan Indonesia bisa berpartisipasi secara utuh. Sebagai tindak lanjut partisipasi Planas PRB dalam DRR Market Place, dibentuk tim untuk merumuskan konsep DRR Market Place untuk Global Platform. Sementara itu, launching Planas PRB dijadwalkan semula tanggal 26 April 2009 dan bertepatan dengan hari minggu, dipindahkan menjadi tanggal 28 April 2009 selain untuk menarik media untuk peliputan acara.

 

[Kembali ke atas]

 

Pertemuan Tim Formatur Ketiga

 

Draft concept note Planas PRB yang telah dirancang oleh Tim Perumus dan mendapatkan masukan ataupun kritikan dari pertemuan pertama konsultasi dengan multi pemangku kepentingan dibahas kembali oleh Tim Formatur pada tanggal 31 Maret 2009 di Kantor BNPB. Disepakati bahwa tonggak berdirinya Planas PRB Indonesia adalah tanggal 20 November 2008, oleh karena itu, tanggal 26 April 2009 yang semula dijadikan sebagai ajang puncak peresmian Planas PRB, berganti menjadi acara “Public Expose” atau paparan publik Planas PRB pada tanggal 28 April 2009.

 

[Kembali ke atas]

 

 

Konsultasi Multi Pemangku Kepentingan Kedua

 

Pertemuan konsultasi kedua dengan multi pemangku kepentingan Planas PRB diselenggarakan pada hari Rabu, 1 April 2009, di Hotel Cemara, pukul 13:00-17:00, dan dihadiri oleh 66 orang, termasuk unsur pemerintah, sektor swasta, media, masyarakat sipil, dan perguruan tinggi. Agenda pertemuan adalah pembahasan lanjutan draft concept note, peran Planas PRB dalam Global Platform 2009 di Jenewa, Swiss, serta rencana Pekan PRB oleh BNPB.

 

Draft concept note Planas PRB merupakan ”dokumen hidup” yang masih memerlukan masukan, kritik dan saran dari semua unsur Planas PRB. Presentasi yang memaparkan secara lengkap tentang draft concept note Planas PRB mengundang tanggapan dan masukan yang sangat membangun dari peserta, termasuk diantaranya mengenai mekanisme keanggotaan, bentuk organisasi, masalah pendanaan, sinkronisasi antara visi misi Planas PRB dengan program kerja yang disepakati, serta hubungan antara Planas PRB dengan BNPB.

 

Global Platform yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-19 Juni 2009 di Jenewa, Swiss, secara resmi mengundang lewat Perwakilan Tetap RI (PTRI) di Jenewa dan mengharapkan keikutsertaan Planas PRB. Indonesia diharapkan dapat ikut serta dalam DRR Market Place sebagai ajang “show room” PRB. Untuk wilayah Asia Pacific ada 3 negara yang sudah mendapat tempat untuk DRR Market Place: Indonesia, Bangladesh, Filipina. Selain itu, UNISDR dan PLANAT Swiss akan mengadakan pertemuan untuk national platform dalam pre-session, Senin, 15 Juni 2009. Dalam pertemuan ini Indonesia diminta untuk menjadi salah satu narasumber bersama Negara Burundi, Kazakhstan dan Italia.

 

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah musyawarah anggota dan formalisasi keanggotaan, yang dijadualkan tanggal 22 April 2009. Puncak acara Pekan Pengurangan PRB akan dibarengi dengan Pemaparan Umum (Public Expose) Planas PRB dan Seminar Nasional “Kearifan Lokal PRB di Indonesia” pada tanggal 28 April 2008.

 

[Kembali ke atas]

 

Pertemuan Tim Formatur Keempat

 

Serangkaian pertemuan diskusi kelompok terarah (FGD), pertemuan Tim Formatur, dan pertemuan konsultasi multi pemangku kepentingan telah mewarnai nuansa Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB). Draft concept note yang juga merupakan dokumen kerja akan selalu ada penyempurnaan. Usulan kepengurusan Planas PRB telah dirumuskan pula oleh Tim Formatur, dengan mendapatkan respon yang positif dari para calon pengurus tersebut.

 

Sebelum memasuki puncak Public Expose Planas PRB pada tanggal 28 April 2009, akan diadakan lagi satu pertemuan guna menyosialisasikan concept note Planas PRB dan kegiatan Public Expose yang diikuti dengan seminar kearifan local yang dimotori oleh Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana (FPT/PRB). Acara yang akan menjadi momentum penting untuk Indonesia, diharapkan akan dihadiri oleh pewakilan UNISDR Asia Pacific serta seluruh unsur-unsur terkait proses Planas PRB yaitu pemerintah, sektor swasta, media, masyarakat sipil, perguruan tinggi, budayawan, maupun perorangan.

 

[Kembali ke atas]

 

Sosialisasi Concept Note Planas PRB Indonesia

 

Sosialisasi Concept Note Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB) dilangsungkan di Hotel Millennium Jakarta, tanggal 22 April 2009 dimulai pukul 14:00-17:00 difasilitasi oleh Krishna Pribadi (ITB) dan Faisal Djalal (MPBI), mampu menyerap lebih dari 70 peserta perwakilan unsur pemerintah, swasta, media, komunitas internasional, pakar pendidikan, dan perguruan tinggi. Acara ini dilangsungkan guna menyosialisasikan concept note Planas PRB dan kegiatan “Public Expose” atau paparan publik yang akan diikuti dengan seminar ilimiah tentang kearifan lokal tanggal 28 April 2009.

 

Concept note yang sudah mendapatkan masukan maupun kritikan yang sangat berarti dari hasil dua kali pertemuan konsultasi dengan multi pemangku kepentingan memang merupakan dokumen kerja, sehingga tidak menutup adanya usulan perubahan. Pada acara ini disampaikan pula jadual rinci kegiatan “Public Expose” yang direncanakan akan memasukkan unsur-unsur budaya terkait dengan seminar ilmiah mengenai kearifan lokal terkait dengan pengurangan risiko bencana yang difasilitasi oleh Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana (FPT/PRB). Direncanakan pula bahwa Kepala BNPB akan menyerahkan surat pernyataan Planas PRB kepada Pengurus dan akan dibarengi dengan peluncuran website Planas PRB.

 

[Kembali ke atas]